Ulang Tahun ke-19 Kami!

Ulasan Pasar

15 Februari 2019

Pasar Mata Uang

## purbono

Rino Purbono

Brexit Masih Menjadi Isu, GBPUSD Melemah

Pelemahan kondisi perekonomian di zona Uni Eropa dan Britania Raya cenderung membuat pelaku pasar lebih berhati-hati terutama berhubungan dengan isu Brexit, dan kemudian menjaga jarak untuk berinvestasi di mata uang poundsterling. Pelemahan mata uang poundsterling tidak tertolong walaupun terdapat banyak rapor merah pada data ekonomi Amerika Serikat yang seharusnya membuat dolar AS mengalami pelemahan. Para investor masih tetap menolak poundsterling dan lebih memilih dolar AS untuk investasi.

Logam: Emas dan Perak

## purbono

Rino Purbono

Ekonomi Melesu, Perak Tertekan

Pada perdagangan hari Kamis (14/2), harga perak dibuka naik kemudian sempat diperdagangkan menguat hingga kisaran level USD15.685/troy ounce sebelum tertekan hingga level USD15.481/troy ounce dan akhirnya ditutup di level USD15.582/troy ounce. Kondisi perekonomian yang bervariasi di Amerika Serikat cenderung membuat mata uang USD melemah untuk saat ini, sehingga apabila ada data manufaktur yang meningkat akan cenderung membuat harga perak terkerek naik kembali. Namun saat ini, belum ditemukannya titik tengah terkait isu perdagangan Amerika Serikat dengan China membuat harga perak cenderung stabil.

Pasar Mata Uang

## purbono

Rino Purbono

Defisit Neraca Terburuk, IHSG Mendapat Tekanan Berat

Pada perdagangan hari Jumat (15/2), IHSG dibuka naik tipis kemudian sempat diperdagangkan menguat ke kisaran level 6,433 sebelum akhirnya tertekan hingga penutupannya ke kisaran level 6,389. Penurunan ini adalah level terendah yang dicapai IHSG dalam dua minggu terakhir. Dan ini bukanlah indikasi yang baik, sebab ini adalah refleksi lanjutan pelaku pasar terhadap kekecewaan sektor perdagangan Republik Indonesia yang mana mengalami defisit anggara perdagangan terburuk sejak tahun 2014 silam.

14 Februari 2019

Pasar Mata Uang

## purbono

Rino Purbono

Jerman Memburuk, EURUSD Melemah

Pada perdagangan hari Rabu (13/2), pasangan mata uang EURUSD tampak diperdagangkan stagnan dan kemudian kembali melanjutkan penurunannya yang sudah berjalan sejak akhir bulan Januari, sebelum akhirnya ditutup di kisaran level 1.126. Menurunnya hasil produksi industri di Jerman diperkirakan dapat memberikan efek negatif kepada keseluruhan Uni Eropa dikarenakan saat ini Jerman masih menjadi salah satu perekonomian terbesar dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian zona Eropa. Jika kondisi ini berlanjut, maka diperkirakan mata uang USD akan menjadi idola dan berpotensi untuk semakin menekan mata uang Euro.

Logam: Emas dan Perak

## purbono

Rino Purbono

Data Ekonomi Bervariasi, Emas Bergerak Volatil

Pada perdagangan hari Rabu (13/2), harga emas dibuka sideways kemudian diperdagangkan liar pada jam perdagangan Amerika Serikat sebelum akhirnya ditutup di kisaran level USD 1,306.234/troy ounce. Bervariasinya kondisi perekonomian baik di zona Amerika Serikat maupun Asia cukup memberikan efek terhadap pergerakan harga emas saat ini. Hal ini tampak tidak ada aktivitas pembelian searah yang signifikan. Di samping itu, musim nikahan yang masih berlanjut hingga akhir bulan ini tampak akan menjadi titik balik harga emas untuk kembali cemerlang.

Pilih Periode:

Kembali ke Atas