Ulang Tahun ke-19 Kami!

Britania Raya Mengalami Perlambatan, GBPUSD Menurun

Pada perdagangan hari Senin (11/2), pasangan mata uang GBPUSD dibuka stagnan kemudian diperdagangkan tertekan sejak jam perdagangan Eropa hingga akhirnya ditutup di kisaran level 1.28550. Pelemahan kinerja perekonomian di Britania Raya tampak menunjukkan kelesuan dari sektor ekonomi makro di kawasan tersebut, belum lagi pelemahan jumlah produksi manufaktur yang menyumbangkan pelemahan tambahan bagi mata uang poundsterling. Faktor eksternal penyumbang terpuruknya poundsterling adalah penguatan mata uang USD yang dijadikan sebagai ‘aset parkir’ sementara oleh para spekulan.

Melihat pergerakan harga hari Senin (11/2), diperkirakan pasangan mata uang GBPUSD akan berpotensi untuk kembali diperdagangkan melanjutkan pelemahannya. Saat ini tampak pasangan mata uang tersebut bergerak menurun dan menembus batasan bawah harga minggu lalu yang tercatat 1.28581, sehingga terbuka adanya peluang harga untuk mengalami penurunan lebih jauh walaupun tidak akan terbilang panjang. Hal ini terlihat dari minimnya minat beli terhadap pasangan mata uang ini yang tercermin dari pergerakan harga menjelang penutupannya yang cenderung stabil. Target pelemahan pasangan mata uang GBPUSD diperkirakan menuju kisaran level harga 1.27857 (blue area).

Pic. 1

 

Perhatian:

Prediksi yang dibuat pada ulasan ini merupakan pandangan pribadi dari si penulis. Komentar yang dibuat bukan menjadi sebuah rekomendasi maupun pedoman dalam bekerja di pasar keuangan. Alpari tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung ataupun tidak langsung (bentuk kerugian lainnya) yang mungkin terjadi melalui penggunaan informasi yang disediakan.

Kembali ke Atas