Mata Uang-Mata Uang Negara Berkembang Tunjukkan Pertumbuhan

Selama periode 20-22 Juni, mayoritas mata uang negara-negara berkembang terus memperlihatkan penguatan terhadap mata uang dolar. Laju penguatan ini sempat melambat pada minggu lalu.

Real Brasil menjadi yang terdepan selama periode tersebut (peningkatan +2,33%). Rand Afrika Selatan meningkat cukup kuat selama dua hari (+0,6%). Beberapa mata uang lain, seperti yuan Cina dan lira Turki hanya mampu menguat tipis (kurang dari setengah persen).

Ketua parlemen Brasil, Eduardo Cunha (pemrakarsa segala tuduhan untuk menggulingkan Presiden Dilma Rousseff) dengan keputusan Mahmakah Agung Negara dinyatakan bersih dari kasus dakwaan korupsi. Berita ini diterima secara positif oleh pasar valas, dan dijadikan sebagai isyarat bahwa segala percekcokaan politik di negara akan segera berhenti, stabilitas negara juga akan kembali pulih. Selain itu, tingkat inflasi untuk dua minggu pertama bulan Juni masih terus tumbuh, meski hanya 0,4% (tahunan), sedangkan pada dua minggu sebelumnya, inflasi mampu tumbuh hampir 0,9%. Semua peristiwa ini berkontribusi dalam menguatkan nilai tukar real terhadap dolar.

Di Afrika Selatan telah dirilis indeks harga konsumen untuk bulan Mei. Secara tahunannya, indeks ini telah mengalami peningkatan sampai 6,1% (per Mei 2015), sedangkan secara bulanannya pertumbuhan inflasi mampu mencapai 0,2% dari bulan April, sementara bulan April vs. Maret naik sampai 0,8%. Indikator ini memberikan efek positif untuk rand.

Di Turki, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 7,5%. Indikator ini mensinyalir bahwa perekonomian Turki tidak membutuhkan langkah-langkah stimulus yang serius, sehingga berdampak positif untuk lira.

Di Cina telah dirilis indikator sentimen bisnis MNI. Indikator ini dihitung secara bulanan dan didasarkan pada jajak pendapat eksekutif bisnis (perusahaan-perusahaan publik non-pemerintah yang terdaftar di bursa saham) dan mencerminkan sentimen bisnis terhadap stabilitas makro-ekonomi dan bisnis di Cina. Adapun nilai indeks ini mengalami peningkatan dari 50 ke 54,5 poin–menunjukkan peningkatan pada tignkat kepercayaan bisnis dalam kebijakan makro-ekonomi pemerintah. Hal ini memberikan dampak yang cukup positif pada yuan.

Di India dalam dua hari terakhir indikator-indikator makro-ekonomi yang penting tidak dirilis. Penurunan nilai rupee terhadap dolar disebabkan khususnya oleh situasi di beberapa wilayah negara bagian timur India, yaitu adanya hujan deras dan bencana tanah longsor, yang memakan korban jiwa hampir 100 orang dalam dua hari. Peristiwa ini mempengaruhi nilai tukar mata uang nasional.

Jadwal Pengumuman Penting Berikutnya

Jumat (24/6): rilis neraca rekening berjalan bulan Mei di Brasil.

Senin (27/6): rilis indeks harga produsen bulan Mei di Afrika Selatan.

  • Pelajari lebih lanjut tentang cara menghasilkan uang melalui kenaikan bursa-bursa saham Asia dengan portofolio investasi Asia.
  • Pelajari lebih lanjut tentang cara menghasilkan uang melalui pada arus modal dari negara-negara berkembang, dan tentang cara berinvestasi di produk-produk terstruktur pada penurunan indeks-indeks saham dari negara-negara berkembang.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar