Ulang Tahun ke-19 Kami!

Ulasan Pasar

28 Februari 2019

Logam: Emas dan Perak

## purbono

Rino Purbono

Sektor Properti AS Membaik, Emas Tertekan Untuk Menguji Trendline UP

Pada perdagangan hari Rabu (27/2), harga emas dibuka stagnan kemudian diperdagangkan berfluktuasi hingga jam perdagangan Amerika Serikat, sebelum akhirnya tertekan menurun dan ditutup di kisaran level USD1,319.532/troy ounce. Volatilitas harga ini diperkirakan karena adanya peningkatan dari penjualan properti di Amerika Serikat yang memproyeksikan peningkatan daya beli maupun investasi dari masyarakat yang memberikan indikasi perbaikan perekonomian di Amerika Serikat.

Pasar Mata Uang

## purbono

Rino Purbono

Australia Melemah, AUDUSD Bergerak Sideways

Pada perdagangan hari Rabu (27/2), pasangan mata uang AUDUSD dibuka tertekan kemudian melanjutkan penurunannya hingga penutupan sebelum akhirnya stagnan, dekat dengan level terendahnya kemarin di kisaran level 0.71380. Tekanan harga terhadap mata uang AUD jelas terlihat sejak awal perdagangannya yang disebabkan oleh banyaknya data ekonomi Australia yang menunjukkan pelemahan perekonomian di Kawasan tersebut, terutama sejak jatuhnya harga batubara beberapa tahun terakhir yang menyebabkan lesunya perekonomian Australia sebagai produsen batubara terbesar di dunia.

Pasar Mata Uang

## anthony

Racham Matthew Anthony

EURUSD: bertengger di garis tren

Euro ditutup lebih rendah pada Rabu, 27 Februari. Bulls tidak berhasil menembus garis jual di 1.1403. Euro melemah ke 1.1362 terhadap Dolar. Garis tren dan garis keseimbangan memberi support. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan tajam imbal hasil obligasi US10Y dari 2.631% ke 2.6987%.

27 Februari 2019

Pasar Mata Uang

## purbono

Rino Purbono

Permasalahan Tarif Dagang Berkepanjangan, IHSG Stagnan

Pada perdagangan hari Rabu (27/2), IHSG dibuka stagnan kemudian sempat tertekan hingga ke level 6,499 sebelum akhirnya naik kembali dan ditutup dekat level pembukaannya di kisaran level 6,525. Masih alotnya diskusi mengenai tarif perdagangan antara Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok dan juga Uni Eropa tampak memberikan dampak negatif kepada pasar saat ini. Yang mana isu ini justru membuat pelaku pasar cenderung untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Belum lagi diskusi harus tertunda dikarenakan adanya pertemuan lain antara Trump dengan Kim Jong Un di Vietnam.

Pasar Mata Uang

## anthony

Racham Matthew Anthony

EURUSD: menguji resistance sebelumnya sebagai support

EURUSD ditutup lebih tinggi pada Selasa, 26 Februari. Pound memberi pengaruh positif pada mata uang mayor di sesi Eropa.

Pasar Mata Uang

## purbono

Rino Purbono

Ketidakpastian Brexit Mereda, GBPJPY Rebound

Pasangan mata uang GBPJPY kembali diperdagangkan naik walaupun sempat mendapatkan tekanan harga di jam perdagangan Amerika Serikat, sebelum akhirnya menguat dan ditutup di kisaran level 146.518 pada hari pedagangan kemarin (26/2). Katalis penyebab dari penguatan mata uang Poundsterling berasal dari ditundanya Brexit seutuhnya. Hal ini cukup mampu memberikan sentimen positif kepada zona UK dikarenakan banyaknya permasalahan yang bisa muncul apabila proses Brexit ini dipaksakan untuk dipercepat. Penundaan ini membuat pelaku pasar cukup senang karena hal ini berarti adanya kepastian arah ekonomi dan pengurangan gangguan kegiatan ekonomi di Britania Raya. Penguatan mata uang GBPJPY semakin kokoh saat Yen ikut serta mendapatkan dampak dari meredanya ketidakpastian Brexit. Yen merupakan mata uang safe haven yang akan dilepas oleh para investor jika keadaan geopolitik stabil.

Komoditas

## purbono

Rino Purbono

Ekonomi Mengalami Pesimisme, Minyak Mentah Tertekan

Pada perdagangan hari Selasa kemarin (26/2) harga minyak mentah dunia dibuka stagnan kemudian sempat menguat pada jam perdagangan Amerika Serikat, dan ditutup di kisaran level USD55.80/barrel. Pesimisme akan adanya pelemahan jumlah produksi karena perlambatan perekonomian di Amerika Serikat tampak menjadi salah satu penyebab utama stagnannya pergerakan harga minyak mentah saat ini. Di samping itu, mulai berakhirnya musim dingin di negara belahan bumi utara, tampak memberikan efek penurunan permintaan akan minyak pemanas yang bahan mentahnya berasal dari minyak mentah.

Pilih Periode:

Kembali ke Atas